manusia ego2
Thursday, September 24, 2009
Salam raya,
semalam buat pertama kalinya aku masukkan dalam blog aku ni berkaitan isu Indonesia yang cuba menjentik kesantunan kita, bangsa Malaysia. Semangat Soekarno yang cuba mewujudkan Indonesia Raya sekali cuba ditiupkan oleh mereka yang menganggap dirinya hebat dari segalanya. Pendapat aku apa yang dilakukan oleh mereka ini adalah semata - mata kerana desakan hidup yang terlalu jauh dibanding dengan jiran tetangga. Biasalah dalam kehidupan harian kita, benda macam ni biasa terjadi. Cuba kekawan imbau kembali pengalaman yang pernah terjadi pada diri sendiri atau kekawan yang lain. Pernah tak kita dengar jiran kita bawa cerita yang bukan - bukan pasal kita? Sebabnya mudah, cuma kerana kita tukar kereta baru, atau dapat bini baru, atau pindah rumah baru, atau beli baju baru dan banyak lagi atau. Tak kesahlah apa yang mereka nak cakap pasal kita, yang penting kita tahu asal usul kejadian kita.
Hari ni aku masukkan satu lagi petikan dari negara seberang pasal kita dan negara kita. Kekawan fikir - fikirlah. Ambiklah benda ni sebagai iktibar pada kita, anak cucu cicit kita dan negara kita.
petikan dari http://unic77.blogspot.com:
10 Alasan Besar Kita Harus Kasihan Sama Malaysia
Oleh Eko Laksono, Penulis Buku Imperium III
Saudara-saudaraku sebangsa dan setanah air,
tulisan ini tidak dimaksudkan untuk membakar kemarahan anda terhadap Malaysia. Sebaliknya, kita mungkin sedikit perlu berempati kepada tetangga kita itu yang nyaris tidak punya identitas.
Peace, dan cobalah kita berjiwa besar karena kita adalah bangsa besar, jauh lebih besar dan dahsyat dari Malaysia atau negara-negara kecil lain di dunia. Silakan anda baca tulisan di bawah.
1. Kemerdekaan Malaysia diberi oleh Inggris
Indonesia lahir dan jadi bangsa terbesar di dunia dengan cara yang heroik, mengusir bangsa-bangsa imperialis terbesar dunia, Belanda, Inggris, Jepang. Sukarno, Hatta, Jenderal Sudirman, Bung Tomo, sejarah Indonesia penuh dengan pahlawan-pahlawan besar. Malaysia merdeka dikasih Inggris.
Baca kutipan dari Majalah Time di tahun 1957 tentang kemerdekaan Malaysia :
“The Malayans .. though the curiously un-enthusiastic calm with which they received their independence was attributed by British residents to the fact that it was ‘handed to them on a platter.’”
Warga Malaysia tidak antusias karena kemerdekaannya seperti diberi oleh kerajaan Inggris.
Time Magazine, “Malaya, A New Nation”.
2. Pusat budaya Melayu adalah Sumatra, Bukan Malaysia.
Melayu awalnya berpusat di Kerajaan Melayu dan Sriwijaya yang berpusat di Jambi dan Palembang. Dasar kebudayaan Malaysia cuma Melayu itupun kalah sama Sumatra. Lagu-lagu, tarian, dan karya sastra Melayu di Sumatra jauh lebih kaya. Dan kebudayaan Melayu hanyalah salahsatu dari ribuan budaya Indonesia yang sangat unggul dan kaya. Makanya Malaysia suka meng-copy-paste kebudayaan lainnya termasuk Indonesia, China, dan India.
3. Lagu Kebangsaan Indonesia Raya Vs Malaysia
Lagu kebangsaan Indonesia adalah salahsatu lagu kebangsaan paling heroik di dunia, dan selalu dinyanyikan bangsa Indonesia dengan penuh rasa kebanggaan. Lagu kebangsaan Malaysia, ternyata cuma hasil jiplakan lagu orang.
4. Ekonomi Indonesia akan jadi jauh lebih besar dari Malaysia
Juni 2009 kemarin Morgan Stanley menyatakan Indonesia akan menjadi The Next BRIC, Brazil, Rusia, India, China, dan Indonesia, dan mempunyai potensi menjadi salahsatu ekonomi terkuat di dunia. Indonesia diundang secara khusus di pertemuan eksklusif negara-negara industrial G-8, dan menjadi anggota dari G-20. Malaysia tidak pernah diundang (Singapura aja ngga diundang!).
5. Ketergantungan Malaysia Pada Indonesia.
Ekonomi Malaysia tergantung dengan Indonesia. Walaupun TKI cuma kuli kasar, ekonomi Malaysia akan langsung kolaps kalau tidak ada mereka.
6. Malaysia, Bosan! (Bukan ”Malaysia, Bisa!”).
Malaysia adalah negara paling membosankan di dunia. Tidak banyak hal-hal menarik pernah terjadi di Malaysia. Berita paling seru di Malaysia adalah kasus sodomi Anwar Ibrahim.
7. Malaysia Super Corridor
Malaysia pernah bikin jaringan internet canggih Malaysia Multimedia Super Corridor yang sangat mereka banggakan. Indonesia punya Onno Purbo, dan Onno Purbo diundang jadi pembicara di CERN, European Organization for Nuclear Research, tempat kelahiran WWW di dunia.
8. Dominasi Lagu Indonesia di Malaysia
Lagu-lagu Indonesia mendominasi Malaysia, sampai-sampai para penyanyi dan produser lagu Malaysia yang keteteran, ”Persatuan karyawan industri musik Malaysia” (Karyawan), meminta Kementrian Komunikasi Malaysia segera membatasi pemutaran lagu-lagu Indonesia. Lagu-lagu Malaysia sendiri benar-benar menyedihkan dan tidak bermanfaat bagi umat manusia.
”Penyanyi rock terkenal Malaysia Amy Search mengatakan kepada pers, jika jam 10 malam ke atas Malaysia sudah seperti Jakarta karena semua radio menyiarkan lagu-lagu Indonesia hingga dinihari”.
Laporan AntaraNews September 2008, Lagu Indonesia Bakal Dibatasi di Radio Malaysia.
9. Malaysia Belum bisa Demokrasi.
Malaysia masih negara otoriter, tokoh seperti Anwar Ibrahim saja dituduh sodomi secara resmi oleh pemerintahnya sendiri. Dan sebaliknya adalah sebuah keajaiban besar, bahwa sebuah bangsa yang sebesar dan sekompleks Indonesia, justru sudah mampu membangun sistem demokrasi yang baik dan damai.
10. Malaysia Truly Buaya.
Turis Malaysia datang ke Indonesia dan menikmati keindahan alam Indonesia. Turis Indonesia datang ke Malaysia karena ketipu. (Masak orang Indonesia jalan-jalan ke Malaysia mau lihat reog sama tari Pendet?!).
Dan untuk apa kesana cuma mau lihat Menara Petronas? Mending lebih seru ke Singapur atau Dubai sekalian, atau ke Bandung makan batagor.
Sekali lagi, Peace. Manfaatkan semangat dan emosi besar anda untuk membangkitkan Indonesia!
Amacam kekawan? seronok tak baca petikan kat atas tadi? Salah siapa? Bagi pendapat aku, semua ni salah kita dan kekawan kita jugak. Sapa yang taksub siarkan lagu Indon? Siapa yang yo yo ooo! menggilai artis sana? Siapa pulak di sebalik kebanjiran warga Indon kat sini? Dan siapa pemimpin atau yang berkuasa yang rakus melihat duit hingga perkara kat atas berlaku? Tak kasihan ke kita dengan Tok Janggut, Datuk Bahaman, Datuk Maharajalela, Mat Kilau, Dato' Onn, Tunku Abdul Rahman, Pak Sako, Ahmad Boestamam, Shamsiah Fakeh, Rashid Mahiden, tentera kita, polis kita dan semua yang terlibat mendaulatkan bangsa dan negara kita?
Fikir - fikirkan!



0 comments:
Post a Comment